Subuh Yang Menghangatkan
Dulu waktu saya belum mengenal tarbiyah atau bergelut dalam harokah dakwah, sholat wajib sering saya tunaikan di rumah, sendiri dan terkadang berjama’ah bersama keluarga. Ini karena kurangnya ilmu yang saya dapatkan selama pendidikan formal di bangku sekolah. Justru pendidikan islam banyak saya dapatkan melalui pendidikan non-formal yaitu salah satunya ikut pengajian di kampus. Tahukah anda keutamaan sholat berjama’ah di Masjid ?
Dari Abui Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW didatangi oleh seorang laki-laki yang buta dan berkata, “Ya Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku ke masjid. Rasulullah SAW berkata untuk memberikan keringanan untuknya. Ketika sudah berlalu, Rasulullah SAW memanggilnya dan bertanya, `Apakah kamu dengar azan shalat?`. `Ya`, jawabnya. `Datangilah`, kata Rasulullah SAW. (Shohih Muslim 1/452).
Dari Hadist di atas menjelaskan kepada kita betapa pentingnya menunaikan sholat berjama’ah di Masjid.
Ini kisah ketika saya menemani adik saya ke jakarta untuk mengikuti tes masuk sebuah PTN. Kami sampai di jakarta hari senin sekitar pukul 21.00, yang dimana pesawat yang kami tumpangi ini sempat di delay selama 60 menit (korupsi waktu, huft..). Kami di jemput oleh Mamang (Paman) kami yang tinggal di sana, singkat cerita kami menumpang nginap di rumah mertua mamang kami.
Ketika waktu menjelang subuh, saya terbangun.. karena suara yang berasal dari menara masjid. Dimana suara yang saya dengar adalah ajakan untuk mengajak sholat subuh berjama’ah. Ini adalah hal yang lazim terjadi di daerah asal saya, Palembang. Sebelum Muadzin mengumandangkan adzan, ia terlebih dahulu menyeru orang – orang, khususnya laki – laki untuk segera bangun dan menuju ke masjid, karena sebentar lagi akan masuk waktu shubuh dan ini dilakukan berulang – ulang sambil diselingi shalawat atas nabi. Saya langsung teringat dengan salah satu Hadist yang berbunyi :
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya shalat yang paling berat buat orang munafik adalah shalat Isya dan Shubuh. Seandainya mereka tahu apa yang akan mereka dapat dari kedua shalat itu, pastilah mereka akan mendatanginya meski dengan merangkak. Sungguh aku punya keinginan untuk memerintahkan shalat dan didirikan, lalu aku memerintahkan satu orang untuk jadi imam. Kemudian pergi bersamaku dengan beberapa orang membawa seikat kayu bakar menuju ke suatu kaum yang tidak ikut menghadiri shalat dan aku bakar rumah-rumah mereka dengan api.” (Muttafaq’alaih, Shohih Bukhori 1/234 dan Shohih Muslim 1/451)
Setelah gosok gigi dan wudhu, saya bergegas menuju ke masjid yang baru kali pertama saya kunjungi (nama masjidnya saya lupa ^-^). Masjid yang megah dengan bangunan yang kokoh, itulah hal yang terlintas di pikiran saya ketika hendak melangkahkan kaki masuk ke masjid.
Setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah, saya memperhatikan jumlah jama’ah yang ikut sholat berjama’ah, ternyata lebih banyak dari jumlah jama’ah yang ada di masjid dekat rumah saya dan juga tidak hanya laki – laki dewasa saja, banyak anak – anak juga. Subhanallah. Saat hendak pulang ke rumah, saya di tegur oleh seorang bapak yang menan yakan identitas saya dengan logat betawinya, mungkin karena baru pertama kali lihat saya.. jadinya penasaran. Ternyata bapak itu menyambut saya dengan hangat sehingga saya merasa bukanlah orang asing di daerah ini. Dalam perjalanan pulang, saya merasakan indahnya ukhuwah islamiyah. Seruan dakwah di waktu fajar untuk mengingatkan saudaranya agar tidak menjadi orang munafik dan merindukan suasana kebersamaan dalam menghadap sang Khalik. Sederhana tapi penuh cinta, cinta sesama saudara, cinta sesama muslim. Di lorong yang sepi dan gelap sambil ku telusuri dengan memori indah di waktu subuh yang menyegarkan.
Ya Allah.. satukanlah kami dalam satu barisan, untuk memperjuangkan kejayaan Islam.
[Wahyu Al-Khair]



Subhanallah,
tulisan yg bagus akh !!!
truz menebar dakwah melalui goresan2 tinta yg penuh makna…
salam sukses berkah !!!
Alhamdulillah..
jazakallah khair kak, kk adalah slah 1 inspirator ana dlm menulis.
Smg Allah meridhoi kita..
btw, kangen ni dgn kk.. kbri b kl udh d Palembang..
Wah, kayaknya belum pas utk jadi inspirator menulis di, he..he..
Insya Allah ana mudik tgl 8 ampe 13