Beranda > Inspirasi, Sebuah Goresan dari ku > Berjuang dengan Menulis

Berjuang dengan Menulis

Menulis bukanlah hal yang saya gemari, ketimbang menulis saya lebih suka menggambar. Sejak kecil, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), setiap waktu saya lalui dengan menggambar hal – hal yang saya inginkan, yang ada di alam imajinasi. Tetapi, yang saya ketahui ternyata penulis – penulis yang melahirkan karya – karya emas, karya monumental bukanlah orang yang terlahir dengan bakat menulis. Mereka adalah kebanyakan orang – orang yang menjadikan usaha untuk menulis sebagai perjuangan, perjuangan untuk menyebarkan kebenaran. Menulis adalah sesuatu yang harus terus di asa, sehingga menjadi kebiasaan yang dapat menuangkan isi pikiran kita ke dalam secarik kertas atau dokumen (.doc).

Saat ini saya sedang berusaha untuk mencoba menulis apa yang ingin saya tulis. Mulai dari hal yang saya alami sendiri, informasi, ilmu pengetahuan, opini saya pribadi, dsb. Yang saya harapkan dari perjuangan saya untuk menulis ini dapat memotivasi diri saya pribadi, dan kedepannya saya berharap dari tulisan – tulisan yang saya buat, akan membuat orang lain termotivasi juga. Yang tentu saja untuk kebaikan, amar ma’ruf nahi munkar. Seorang ulama ternama dari mesir, Asy-Syahid Sayyid Quthb rahimahullah pernah mengalami ujian dalam menulis, ketika itu dia di hadapkan pilihan untuk terus menulis atau total dalam berjihad membantu saudara – saudara kita di Palestina. Karena dia berpikir apa gunanya tulisan – tulisannya ini, ketimbang berusaha untuk kemerdekaan palestine. Tetapi Sayyid Quthb tetap melanjutkan untuk menulis. Dan yang kita rasakan saat ini, walaupun ia sudah wafat tetapi tulisannya tetap menginspirasi banyak orang, mengembalikan ruh jihad banyak orang untuk terus berjuang demi kejayaan islam.

“Experience is the best teacher”, itu adalah salah satu pepatah yang ada di buku tulis saya waktu masih duduk di bangku sekolah. Ya.. memang benar, jika belum mencoba kita tidak akan tahu rasanya, bahkan seorang motivator mengatakan.. orang paling gagal bukanlah orang yang banyak mengalami kegagalan tetapi adalah orng yang tidak berani berbuat, tidak berani bertindak, karena dia sudah takut gagal.

Mari berjuang!, dengan menulis kita sampaikan kebenaran, suarakan keadilan..

Allahu Akbar!

[Wahyu Al-Khair]

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.